NASA Tunda Misi Artemis ke Bulan

NASA Tunda Misi Artemis ke Bulan

LEMBAGA antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengumumkan penundaan dalam rencana misi berawak Artemis ke permukaan bulan. Seperti dilaporkan BBC, Rabut (10/1), kabar ini menjadi pusat perhatian setelah NASA mengungkapkan tekad mereka menunggu teknologi yang lebih canggih sebelum melanjutkan ekspedisi luar angkasa tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam situs resmi NASA, penundaan itu bukanlah langkah mundur, melainkan keputusan strategis untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan misi. NASA berbagi kemajuan mereka dalam misi berawak ke bulan, menyoroti tantangan yang dihadapi dan langkah-langkah konkret yang diambil untuk mengatasi kendala tersebut.

Memastikan keselamatan kru ialah alasan utama perubahan jadwal Artemis II. Sebagai uji penerbangan Artemis pertama dengan awak pesawat ruang angkasa Orion, misi ini akan menguji pengendalian lingkungan penting dan sistem pendukung kehidupan yang diperlukan astronaut. Pengujian yang dilakukan NASA terhadap komponen-komponen yang memenuhi syarat untuk menjaga keselamatan kru akan memastikan keberhasilan misi telah mengungkap masalah yang memerlukan waktu tambahan untuk diselesaikan. Tim sedang memecahkan masalah baterai dan mengatasi tantangan dengan komponen sirkuit yang bertanggung jawab atas ventilasi udara dan kontrol suhu.

“Kami telah belajar banyak sejak Artemis I. Keberhasilan misi awal ini bergantung pada kemitraan komersial dan internasional kami untuk memperluas jangkauan dan pemahaman kami tentang tempat umat manusia di tata surya kita. Artemis mewakili apa yang dapat kita capai sebagai sebuah bangsa dan sebagai koalisi global. Namun, keselamatan astronaut kami merupakan prioritas utama NASA saat kami mempersiapkan misi Artemis di masa depan,” kata administrator NASA Bill Nelson di situs resmi NASA.

Misi Artemis II awalnya diharapkan akan mengirimkan manusia kembali ke bulan pada akhir 2024. Namun, sekarang misi ini menunggu teknologi lebih canggih untuk memastikan kesuksesan dan keamanan maksimal. Penundaan itu membentuk diskusi di kalangan komunitas antariksa, mengingat pentingnya eksplorasi bulan sebagai langkah awal menuju penerbangan ke planet lain.

Keputusan NASA ini disambut beragam tanggapan. Beberapa pihak mendukung langkah ini, menyoroti pentingnya memastikan teknologi yang digunakan dalam misi ini merupakan yang terbaik yang tersedia. Namun, ada juga kekecewaan dari mereka yang telah menantikan kembalinya manusia ke bulan setelah lebih dari setengah abad.

Meskipun demikian, NASA menegaskan komitmen mereka untuk terus menjalankan misi Artemis dengan segala persiapan yang diperlukan. Mereka juga memberikan jaminan bahwa penundaan ini tidak hanya bertujuan menunggu teknologi yang lebih baik, tetapi juga demi memperkuat rencana dan persiapan guna meminimalkan risiko selama misi berlangsung.

Dalam laporan dari BBC (10/1), diketahui bahwa penundaan ini tidak hanya berdampak pada aspek teknologi, tetapi juga melibatkan penyesuaian dalam kerja sama dengan mitra internasional, termasuk SpaceX yang akan berperan dalam menyediakan angkutan menuju bulan.

Wakil Administrator Asosiasi Pengembangan Sistem Eksplorasi dan Manajer Kantor Program Bulan ke Mars NASA Amit Kshatriya mengatakan misi Artemis merupakan kampanye eksplorasi jangka panjang untuk sains di bulan bersama para astronaut. Proyek ini mempersiapkan misi manusia ke Mars di masa depan.

“Itu berarti kita harus melakukannya dengan benar saat kita mengembangkan dan menerbangkan sistem dasar kita sehingga kita dapat melaksanakan misi ini dengan aman. Keselamatan kru akan tetap menjadi prioritas nomor satu kami,” tutup Kshatriya. *

 

NASA Tunda Misi Artemis ke Bulan

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Kembali ke Atas

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca