MUARO JAMBI – SATUKOMANDO.COM Ribuan warga Desa Tanjung Pauh KM 39 menggelar aksi penyetopan lalu lintas angkutan batu bara di ruas jalan provinsi sejak Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Hingga Sabtu (4/7/2026) sore, aksi tersebut masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan dibuka.
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap minimnya perhatian dari pemerintah maupun pihak pengusaha batu bara terhadap kondisi jalan provinsi yang setiap hari dilalui kendaraan angkutan batu bara.
Menurut keterangan warga, aktivitas angkutan batu bara telah menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan jalan, tingginya risiko kecelakaan yang disebut telah memakan korban jiwa, hingga debu yang beterbangan dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Warga mendesak Pemerintah Provinsi Jambi dan perusahaan-perusahaan batu bara untuk segera mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan tersebut. Salah satu tuntutan utama masyarakat adalah dilakukan penyiraman jalan secara rutin guna mengurangi debu yang bertebaran, yang dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
“Kami hanya ingin ada perhatian yang serius. Jalan ini setiap hari kami gunakan, sementara debunya sangat mengganggu dan kami khawatir masyarakat terserang ISPA. Selain itu, jalan juga harus diperbaiki karena sudah banyak memakan korban,” ujar salah seorang warga di lokasi aksi.
Masyarakat menegaskan aksi penyetopan angkutan batu bara akan terus dilakukan hingga ada kepastian dan komitmen dari pemerintah maupun pihak perusahaan untuk memenuhi tuntutan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, arus angkutan batu bara masih tertahan di lokasi aksi, sementara aparat keamanan berjaga untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap berlangsung tertib dan kondusif
