
Satukomando.Merangin.com.,,hari Selasa, tanggal 4 Maret 2025, sekira pukul 16.00 WIB, terjadi kesalahpahaman antara kelompok Temunggung GANTA dari Desa Sialang, Kecamatan Pamenang, dengan kelompok Temunggung JANG dari Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan.
Kesalahpahaman tersebut berawal dari pertanyaan tentang status anak bujang gadis antara kedua kelompok. Namun, pertemuan tersebut berakhir dengan pemukulan dan pengoroyokan terhadap warga dari Temunggung JANG oleh warga dari Temunggung GANTA.

Salah satu korban, Temunggung JHON EDWARD, bahkan mengalami pemukulan dengan kayu oleh kelompok Temunggung GANTA. Kejadian ini menyebabkan kemarahan di kalangan kelompok Temunggung JANG dan kerabatnya.
Pada hari Rabu, tanggal 5 Maret 2025, sekira pukul 09.30 WIB, warga dari kelompok Temunggung JANG yang terdiri dari:
1. Temunggung JHON EDWARD
2. Temunggung SIKAR
3. Temunggung RONI
4. Temunggung KEMPAS
berkumpul di pemukiman kelompok SAD Temunggung SIKAR untuk menunggu pertanggung jawaban dari warga Temunggung GANTA.
Saat ini, sedang dilaksanakan mediasi antara kedua pihak untuk mencari solusi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan dengan jalan damai. Pihak kepolisian juga telah terlibat dalam proses mediasi tersebut untuk memastikan bahwa permasalahan dapat diselesaikan dengan cara yang aman dan damai.

Kapolres Merangin, AKBP RONI SYAHENDRA, S.H., S.I.K., (link unavailable), melaporkan bahwa situasi saat ini aman dan kondusif. Namun, pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan melakukan upaya untuk mencegah konflik lebih lanjut.
“Kami akan terus memantau situasi dan melakukan upaya untuk mencegah konflik lebih lanjut,” kata AKBP RONI SYAHENDRA. “Kami juga akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang aman dan damai.”
Dalam kesempatan ini, Kapolres Merangin juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi,” kata AKBP RONI SYAHENDRA. “Kami akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang aman dan damai.”(DA)
