
BANGKO.SATUKOMANDO.COM.– Pemerintah Kabupaten Merangin menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak dasar serta mendorong kesetaraan bagi warga Suku Anak Dalam (SAD).
Langkah ini diwujudkan melalui perluasan akses pendidikan dan penguatan proteksi ekonomi komunitas adat dari ancaman kejahatan finansial modern.

Pernyataan tersebut ditegaskan Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, saat membuka acara Literasi dan Inklusi Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi dan Bank Jambi di Balai Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kamis (18/6).
Dalam arahannya, Wabup A. Khafidh meminta para orang tua dari komunitas SAD untuk memberikan ruang penuh bagi anak-anak mereka dalam menempuh pendidikan formal. Ia menekankan agar tidak ada lagi pembatasan atau pelarangan bagi generasi muda adat untuk bersekolah.
“Tolong nian, jangan dicegah-cegah lagi. Siapa yang mau sekolah, mau sekolah. Saya yakin anak-anak ini pintar semua,” ujar Abdul Khafidh di hadapan warga SAD yang hadir.
Pemerintah Kabupaten Merangin melayangkan visi jangka panjang agar generasi masa depan SAD mampu keluar dari marginalisasi.
Kebijakan ini ditargetkan mampu mencetak sumber daya manusia dari komunitas adat yang kompeten dan dapat berdiri sejajar dalam struktur birokrasi maupun panggung pemerintahan di masa depan.
“Mudah-mudahan nanti generasi berikutnya bisa sama, ada yang bisa tegak di sini (jadi pemimpin),” tambahnya.
Selain sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah juga diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi. Melalui kolaborasi strategis bersama OJK dan Bank Jambi, warga SAD diberikan stimulus berupa buku tabungan perdana yang sudah memiliki saldo awal.
Program ini dirancang sebagai edukasi praktis agar masyarakat adat dapat mengelola keuangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yaniswara Rosya, menjelaskan bahwa pengenalan sistem perbankan resmi ini sangat krusial untuk melindungi komunitas adat dari risiko penipuan yang marak di era digital.
“Kami hadir untuk memberikan pengetahuan agar bapak dan ibu sekalian bisa menabung, sekaligus menjaga agar tidak terjerat bahaya judi online serta pinjaman online ilegal,” tegasnya.
Turut hadir dalam acara, Direktur Treasury dan Dana Bank Jambi Ahmad Nunung, Kepala Dinas Kominfo Ahmad Khoirudin, Kepala Dinas Sosial A. Lazik, Kepala Dinas Perikanan Dedi Darmantias, serta perwakilan dari jajaran Forkopimda Merangin. (DA)
