Atap Pondok Pesantren Ainul Yaqin Roboh Akibat Terpaan Curah Hujan Tinggi dan Angin Kencang

 

Jambi, Satukomando.com – Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menimbulkan kerusakan di beberapa bangunan yang ada di Kota Jambi.

Pondok Pesantren Ainul Yakin yang berada berada di RT 25. Kelurahan Lebak Bandung Kecamatan Jelutung Kota Jambi adalah salah satu bangunan yang terdampak oleh keganasan dari hujan angin yang terjadi pada senin 08 juli 2024 sekira pukul 15.35 wib dengan robohnya atap dari bangunan pesantren tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Ainul Yaqin Jumaiyah yang di jumpai awak media mengatakan, “robohnya atap tersebut di akibat kan oleh hujan angin yg begitu kencang. Namun alhamdulillah saat peristiwa itu terjadi, semua ruang  belajar sedang dalam kondisi kosong karena seluruh santriwan maupun santriwati sedang berada di dalam masjid untuk mengikuti kegiatan rutin pondok pesantren yaitu mengaji”.

Urainya lanjut, “saya sangat berharap adanya uluran tangan dari dinas terkait atau pun warga donatur serta hamba Allah lainnya dalam membantu perbaikan di gedung pondok pesantren Ainul Yaqin yang 85% di dominasi oleh santriwan dan santriwati anak yatim piatu. Agar kegiatan proses belajar mengajar bisa secepatnya pulih dan berjalan kembali sebagaimana mestinya”, pungkas Jumaiyah penuh harap.

Sampai berita ini di naikkan, belum ada terlihat petugas baik itu dari kelurahan Lebak Bandung, pihak Kecamatan Jelutung, Walikota, maupun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang datang meninjau ke lokasi kejadian di pondok pesantren Ainul Yaqin ini.(Lukman

Atap Pondok Pesantren Ainul Yaqin Roboh Akibat Terpaan Curah Hujan Tinggi dan Angin Kencang

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Kembali ke Atas

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca