Dirut PT LIB Buka Suara soal Tunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra

Dirut PT LIB Buka Suara soal Tunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra

Para pemain Kalteng Putra mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama 2-3 bulan. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (Dirut PT LIB), Ferry Paulus, buka suara terkait masalah ini.

Situasinya adalah penggawa Kalteng Putra tak digaji sejak November 2023. Rata-rata, para pemain belum menerima gaji selama 1-4 bulan, berbeda-beda setiap pemain. Mereka lantas bersuara.

Masalah ini menjadi besar karena pihak manajemen Kalteng Putra malah melaporkan para pemain ke polisi karena menuntut gaji mereka. PSSI lalu mengambil sikap dengan meminta kepada PT LIB untuk menahan dana subsidi ke Kalteng Putra. Ferry kini buka suara.

“Untuk mengklarifikasi beberapa hal kaitannya dengan tunggakan-tunggakan, saat ini memang yang paling bermasalah Kalteng Putra. Untuk tunggakan atau masalah pembayaran gaji yang musim lalu itu sudah kami lock, itu aman. Nah sekarang ini yang masih akan bermasalah karena memang dana yang kami lock di kontribusi yang ada tidak mencukupi dari kewajiban pembayaran gaji,” terang Ferry kepada awak media di Jakarta, Senin (5/2).

“Nah tentunya setelah ini pasti Komdis [PSSI] juga akan bersidang untuk mencari cara bagaimana penyelesaian dari tunggakan itu. Kalau dari sisi liga [PT LIB] sesuai dengan kapasitasnya liga, kami lock pembayaran kontribusi yang terakhir untuk membayar sebagian dari tunggakan yang sekarang ini,” lanjutnya.

Ferry mengatakan, akar masalah Kalteng Putra memang dari pihak klub kurang memiliki kesiapan finansial. Ia mengeklaim tahu situasi internal tim.

“Saya pikir kesiapan finansial, ya. Karena memang kalau kemarin kita berhitung dari matematika yang ada, artinya kalau Kalteng Putra dua pertandingan bisa menang pasti dia juga akan bisa lolos. Jadi saya tahu ‘dapur’ yang ada di sana, atau ada kekecewaan atau ketidaknyamanan, yang pasti secara finansial memang ada masalah,” tandasnya.

Adapun Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah menetapkan hukuman untuk Kalteng Putra berdasarkan hasil sidang tertanggal 2 Februari 2024. Ini karena para pemain Kalteng Putra mogok main saat harus melawan PSCS Cilacap dalam lanjutan playoff degradasi Liga 2 2023/24 di Stadion Wijaya Kusuma pada 27 Januari.

Hasilnya, karena tidak hadir di tempat pertandingan meskipun sudah dijadwalkan sebelumnya, klub Kalteng Putra diberi hukuman kalah 0-3 dari PSCS Cilacap, pengurangan 9 poin (forfeit), dan denda Rp. 500.000.000. Adapun untuk para pemain, hukuman yang diberikan adalah teguran keras.

Sebenarnya, para pemain Kalteng Putra juga tidak menghadiri laga kontra Persekat Tegal pada 3 Februari lalu. Hukuman untuk klub dan pemain mungkin saja bertambah, tetapi hal itu belum disidangkan.

Para pemain Kalteng Putra jelang lawan Persipura dalam lanjutan laga play-off Liga 2 2023/24 di Stadion Mandala Jayapura pada 17 Januari 2024. Foto: Situs web resmi Liga Indonesia Baru

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, sudah menanggapi juga soal permasalahan Kalteng Putra. Ia meminta PT LIB menahan dana subsidi ke Kalteng Putra. Adapun subsidi PT LIB kepada klub Liga 2 adalah sebesar Rp 1,25 miliar dengan termin tujuh kali pembayaran.

“Langkah pertama yang paling dekat adalah kita minta supaya PT LIB itu menahan subsidi yang diberi kepada klub, kan kita ada, LIB tuh punya subsidi terhadap klub ya. Jadi itu yang saran pertama kita supaya LIB menahan dulu tuh dana subsidinya,” kata Arya, Jumat (2/2).

”Yang kedua, kami akan melakukan mediasi antara Kalteng Putra dan pemain, supaya bisa diselesaikan masalahnya,” lanjutnya.

Dirut PT LIB Buka Suara soal Tunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Kembali ke Atas

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca