Disinggung soal Toleransi, Anies ‘Pamer’ IMB Gereja yang Mandek Puluhan Tahun

Satukomando.com – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyatakan, dirinya menjunjung tinggi toleransi dan perbedaan antar umat beragama.

Hal itu ia ucapkan saat menjawab pertanyaan masyarakat dalam acara Desak Anies di Purwokerto, Jawa Tengah. Pertanyaan tersebut diajukan oleh peserta diskusi mengenai perlindungan terhadap minoritas dan kebhinnekaan.

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, saat menyampaikan pesan politik kepada para pendukung di kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Kamis (25/1). Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, rekam jejaknya yang melindungi semua agama di Jakarta secara setara dan adil.

“Kita bersyukur sekali negeri ini Bhinneka. Bhinneka itu adalah karunia Tuhan. Negeri ini juga tunggal. Kita menjadi satu, menjadi Indonesia. Menyatu, persatuan itu hasil usaha kita. Kalau bhinnekanya itu karunia Tuhan. Tetapi kita bersatu atau tidak bersatu, itu usaha kita sendiri,” kata Anies di Jakarta, Kamis (25/1).

Anies juga menyampaikan persatuan yang dilakukannya di Jakarta. “Ketika di Jakarta, kami memimpin Jakarta dengan prinsip kesetaraan. Prinsip keadilan. Semua mendapatkan kesempatan yang sama. Agama apapun juga. Supaya dapat hak yang sama,” kata dia.

Contohnya, ujar dia, pembangunan gereja bagi umat Nasrani di Jakarta.

“Ada beberapa gereja di sana yang sudah hampir 40 tahun IMB (izin mendirikan bangunan)-nya tidak keluar. Diurus tidak pernah selesai dan tidak ada gubernur yang mau menyelesaikannya. Alhamdulillah di periode kami persoalan itu tuntas selesai dan IMB-nya keluar. Itu boleh dicek di Gereja Katolik di Jakarta. Apa prinsipnya? Prinsip kesetaraan,” ujar Anies seraya disambut tepuk tangan mayoritas peserta diskusi.

Begitu juga dengan masjid. Ada masjid yang tidak keluar IMB-nya, karena lingkungannya mempersoalkan. “Prinsip itu yang kami pegang, karena kami meyakini persatuan harus ditopang dengan rasa keadilan,” tutur Anies.

Anies memastikan, Bhinneka Tunggal Ika bisa hidup jika ada keadilan. “Tanpa keadilan tak ada persatuan. Bisakah kita bersatu dalam ketimpangan? Sulit. Bersatu dalam keadilan,” ujar Anies.

Program uji gagasan Desak Anies digelar secara mendadak di D’Garden Hall, Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (24/1). Seperti sesi ‘Desak Anies’ sebelumnya, acara ini menghadirkan dialog interaktif antara peserta dengan Anies. *

Disinggung soal Toleransi, Anies ‘Pamer’ IMB Gereja yang Mandek Puluhan Tahun

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca