Pemerintah Andalkan SPHP Bulog saat Harga Beras Premium Lokal Tembus Rp 80 Ribu

Pemerintah Andalkan SPHP Bulog saat Harga Beras Premium Lokal Tembus Rp 80 Ribu

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menemukan harga beras premium lokal di pasar tradisional Pasar Bulu Semarang sudah tembus Rp 80.000 untuk kemasan 5 kg. Zulhas menjelaskan hal ini dikarenakan musim panen dalam negeri harus mundur di bulan April, yang seharusnya Januari-Maret. Hal itu membuat stok terbatas dan harga beras premium lokal melesat.

“Terus bagaimana pemerintah mengatasi, maka pemerintah membanjiri pasar dengan SPHP. SPHP beras Bulog yang disubsidi, yang dijualnya kira-kira Rp 10.900, anggap saja Rp 11.000 per kg,” kata Zulhas di Pasar Bulu Semarang, Selasa (20/2).

Dengan begitu, mau tak mau pemerintah harus mengandalkan beras impor untuk pasokan beras stabilitas pasokan harga pasar (SPHP). Zulhas mengatakan, pasokan beras yang dikuasai Bulog saat ini hanya 1,4 juta ton. Tahun ini pemerintah akan impor 2 juta ton beras. Dari jumlah itu, baru 500 ribu ton yang terkontrak dan baru sampai Indonesia di akhir Maret nanti.

Pasokan beras dari luar itu nantinya juga akan diandalkan untuk menyuplai kebutuhan beras saat bulan Ramadan nanti.

“Cuma alternatifnya beras Bulog. Kita punya stok Bulog 1,4 juta, akan masuk lagi (impor) 2 juta. Jadi tidak ada masalah kalau berasnya,” kata Zulhas.

Alternatif SPHP saat Beras Lokal Meroket

Zulhas mengatakan, di saat harga beras premium lokal tinggi, masyarakat bisa memanfaatkan beras SPHP. Di sisi lain, pemerintah menggenjot distribusi beras SPHP lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Dulu mulai 100 ribu ton per bulan, naik 150 ribu ton, beberapa bulan terakhir 200 ribu ton, ini kita naikkan lagi 250 ribu ton,” kata Zulhas.

“Jadi konsumen, masyarakat, bisa alternatif kalau ini mahal sekali, bisa beli beras subsidi yang kualitasnya tidak kalah. Makannya Bulog membanjiri pasar (tradisional) dan modern, kita ambil beras dari Bulog,” tegas Zulhas.

Adapun penyaluran beras SPHP dibatasi di ritel modern untuk pembelian setiap orang hanya 10 kg, atau dua karung kemasan 5 kg. Ketika ditanya pembatasan di pasar tradisional, sayangnya Zulhas kurang menjelaskan.

“SPHP dua karung, dua karung. Buat apa ngeborong. Sesuai kebutuhan. Berasnya aman. Jadi buat apa ngeborong. Cukup beli 5 kg masa habis sehari,” pungkas Zulhas.

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan menang pembatasan beras SPHP di pasar tradisional belum dibatasi. “Belum,” jawabnya singkat.

Salah satu pedagang di sana mengeluh beras premium lokal harganya terus merangkak naik.

“Sekarang sudah Rp 80 ribu, kemasan 5 kg. Kira-kira sudah satu minggu. Kalau naik, naik terus,” kata Rubinem.

Pemerintah Andalkan SPHP Bulog saat Harga Beras Premium Lokal Tembus Rp 80 Ribu

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas

Eksplorasi konten lain dari SATUKOMANDO.COM

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca